<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lanang Suprayogi</title>
	<atom:link href="http://lanangsuprayogi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com</link>
	<description>Sederhana Dalam Hidup Kaya Dalam Karya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Jan 2010 12:11:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lanangsuprayogi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lanang Suprayogi</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lanangsuprayogi.wordpress.com/osd.xml" title="Lanang Suprayogi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hidupkan Kembali Budaya Diskusi</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2010/01/19/hidupkan-kembali-budaya-diskusi/</link>
		<comments>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2010/01/19/hidupkan-kembali-budaya-diskusi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 12:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lanangsuprayogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Dunia kampus kini kehilangan akan jati dirinya. Kampus saat ini sedang mengalami disorientasi. Dunia kampus hanya diwarnai oleh mahasiswa-mahasiswa yang cenderung menjadi kalangan oportunis atau malah apatis. Lihat saja realitas tersebut diberbagai kampus. Budaya diskusi yang telah ada sejak dulu dan telah tertanam dalam diri mahasiswa, kini sudah jarang terlihat. Bahkan sudah menghilang entah kemana. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=271&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dunia kampus kini kehilangan akan jati dirinya. Kampus saat ini sedang mengalami disorientasi. Dunia kampus hanya diwarnai oleh mahasiswa-mahasiswa yang cenderung menjadi kalangan oportunis atau malah apatis. Lihat saja realitas tersebut diberbagai kampus. Budaya diskusi yang telah ada sejak dulu dan telah tertanam dalam diri mahasiswa, kini sudah jarang terlihat. Bahkan sudah menghilang entah kemana. Yang nampak hanya budaya Glamour, Hedon, Konsumerisme, dan lainnya mewarnai hampir di seluruh aktifitas serta kehidupan mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal sebagai bagian dari masyarakat yang sedang menempuh proses pendidikan tertinggi, dengan sendirinya mahasiswa dipandang sebagai kaum intelektual. Kombinasi antara kesadaran diri sebagai warga kaum cendekiawan dan harapan masyarakat terhadap golongan intelektual merupakan kekuatan pendorong bagi mahasiswa untuk ikut mengemban peran golongan intelektual. Berdasarkan kapasitasnya sebagai kekuatan massa dan kaum intelektual, mahasiswa melaksanakan fungsi-fungsi kaum cendekiawan. Diantara lima kategori fungsi kaum cendekiawan yang dikemukakan oleh Shils, yaitu: Pertama, menciptakan dan menyebar kebudayaan tinggi dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kedua Menyediakan bagan-bagan nasional dan antar bangsa melalui kawasan terpadu. Ketiga, Membina keberdayaan bersama. Keempat, mempengaruhi perubahan sosial. Dan kelima, memainkan peran politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal demikian terjadi karena adanya perubahan sosial budaya dikalangan mahasiswa saat ini. Perubahan sosial budaya merupakan sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya mahasiswa telah dirasuki oleh budaya bangsa lain. Mahasiswa saat ini enggan memberikan sumbangsih pikirannya terhadap komunitas diskusi di kampus. Jangan-jangan saat ini ilmu sudah tidak penting bagi mahasiswa dan jangan-jangan budaya diskusi dalam kampus di anggap sudah tidak berguna. Dimana peran mahasiswa sebagai agen of change dan sebagai pembela serta penolong rakyat kecil? Akan jadi apa bangsa Indonesia kedepan jika mental-mental penerus bangsa seperti itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Hal tersebut tentu masalah yang harus kita pecahkan bersama. Seharusnya<br />
mahasiswa merubah budaya Gelamour, Hedon, serta Konsumerisme dengan gaya hidup sederhana. Kita diskusikan bersama bagaiman cara memecahkan penderitaan bangsa ini. Kita pikirkan orang-orang yang harus menangis darah meminta-minta uang hanya untuk bertahan hidup. Kita rasakan penderitaan saudara-saudara kita yang mengalami kemiskinan bahkan harus mati karena kelaparan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari hidupkan kembali budaya diskusi di kampus, yang kini sudah jarang terlihat. Jadikan diskusi sebagai ajang memecahkan permasalahan bangsa ini. Berikan perubahan yang signifikan terhadap bangsa Indonesia. Jangan biarkan rakyat Indonesia berlarut-larut dalam penderitaan. Cukup sudahlah bangsa kita menderita akibat jajahan oleh bangsa lain pada beberapa abad yang lalu. Kita terusan perjuangan para pahlawan kita dengan cara menjaga kita dari jajahan bangsa lain, baik itu di bidang politik, ekonomi, sosial maupun budaya bangsa kita.</p>
<br />Posted in Artikel  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=271&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2010/01/19/hidupkan-kembali-budaya-diskusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45f63fb0f630d432b6633cb894eaac97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lanangsuprayogi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peterpan &#8211; Walau Habis Terang</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/peterpan-walau-habis-terang/</link>
		<comments>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/peterpan-walau-habis-terang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lanangsuprayogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lyrics And Cord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Intro: D A Bm G (2x) Bm        F#m Ku terbiasa G                D Tersenyum tenang Bm        F#m Walau aa&#8230; a a aah… G            D Hatiku menangis Bm          F#m Kaulah cerita G        [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=265&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:bold;font-size:10pt;line-height:normal;"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9pt;line-height:normal;">Intro: D A Bm G (2x)</p>
<p>Bm        F#m<br />
Ku terbiasa<br />
G                 D<br />
Tersenyum tenang<br />
Bm        F#m<br />
Walau aa&#8230; a a aah…<br />
G            D<br />
Hatiku menangis<br />
Bm           F#m<br />
Kaulah cerita<br />
G             D<br />
Tertulis dengan pasti<br />
Bm F#m     G              A<br />
Selamanya       Dalam Fikiranku</p>
<p>Intro: D A Bm G (2x)</p>
<p>Bm      F#m<br />
Peluk Tubuh ku<br />
G          D<br />
Untuk Sejenak<br />
Bm      F#m<br />
Dan biarkan kita<br />
G               D<br />
Memudar dengan pasti<br />
Bm      F#m<br />
Biarkan  semua<br />
G              D<br />
Seperti seharusnya</p>
<p>Bm     F#m<br />
Takkan pernah<br />
G               D<br />
Menjadi milikku</p>
<p># G            A<br />
Lupakan semua<br />
G          A<br />
Tinggalkan ini<br />
G             A<br />
Ku ’kan tenang<br />
G       A<br />
Dan kau kan pergi</p>
<p>Reff: D          A            Bm       G<br />
Berjalanlah walau habis terang<br />
D         A       A/C#  G<br />
Ambil  Cahaya Cinta ku terangi jalan mu<br />
D        A       Bm     G<br />
Di antara beribu lainnya<br />
D<br />
Kau tetap&#8230;<br />
A<br />
Kau tetap&#8230;<br />
Bm<br />
Kau tetap&#8230;<br />
G<br />
Benderang<br />
Intro: D A Bm G (2x)<br />
Back to #,Reff.<br />
D &#8211; A  -Bm    &#8211; G                 D<br />
Ooww…  aa ahh</span></span></p>
<br />Posted in Lyrics And Cord  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=265&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/peterpan-walau-habis-terang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45f63fb0f630d432b6633cb894eaac97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lanangsuprayogi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peterpan &#8211; Cobalah Mengerti</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/peterpan-cobalah-mengerti/</link>
		<comments>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/peterpan-cobalah-mengerti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lanangsuprayogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lyrics And Cord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Intro : D&#8230; Bm&#8230; A&#8230; D G Bm A D&#8230; Bm                      A Aku takkan pernah berhenti D akan terus memahami Masih terus berpikir Bm bila harus memaksa A Atau berdarah untukmu D apapun yang kurasakan G Mencoba menerimaku Bm              [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=263&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:bold;font-size:10pt;line-height:normal;"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9pt;line-height:normal;">Intro : D&#8230;<br />
Bm&#8230;<br />
A&#8230;<br />
D G Bm A<br />
D&#8230;</p>
<p>Bm                      A<br />
Aku takkan pernah berhenti<br />
D<br />
akan terus memahami<br />
Masih terus berpikir</p>
<p>Bm<br />
bila harus memaksa<br />
A<br />
Atau berdarah untukmu<br />
D<br />
apapun yang kurasakan<br />
G<br />
Mencoba menerimaku</p>
<p>Bm                    A<br />
Dan kamu hanya perlu terima<br />
D<br />
Tanpa harus memahami<br />
dan tak harus berpikir<br />
Bm<br />
hanya perlu mengerti<br />
A<br />
aku bernapas untukmu<br />
D<br />
Jadi tetaplah disini<br />
G<br />
dan mulai menerimaku</p>
<p>D<br />
Cobalah mengerti<br />
G              Bm<br />
semua ini menjadi arti<br />
A<br />
Selamanya takkan berhenti<br />
D<br />
Inginkan rasakan<br />
G              Bm<br />
rindu ini menjadi satu<br />
G<br />
Biar waktu yang memisahkan</p>
<p>(Intro)</span></span></p>
<br />Posted in Lyrics And Cord  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=263&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/peterpan-cobalah-mengerti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45f63fb0f630d432b6633cb894eaac97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lanangsuprayogi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peterpan &#8211; Membebaniku</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/peterpan-membebaniku/</link>
		<comments>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/peterpan-membebaniku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lanangsuprayogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lyrics And Cord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Intro : Em C G D ( 4x ) Em  C      G    D Tertidur lagi Em  C      G        D      Em Masih menangis dalam sela waktu C        G    D Dan tanganku ini Em  c        G        D [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=260&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:bold;font-size:10pt;line-height:normal;"><span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9pt;line-height:normal;">Intro : Em C G D ( 4x )</p>
<p>Em  C       G    D<br />
Tertidur lagi<br />
Em  C       G         D       Em<br />
Masih menangis dalam sela waktu<br />
C        G    D<br />
Dan tanganku ini<br />
Em   c         G        D<br />
Masih memegang erat kepalaku<br />
Em   C     G      D<br />
ooohhh&#8230;kepalaku<br />
Em   C     G      D<br />
Semua yang membebaniku<br />
Em   C     G      D<br />
Sungguh membebaniku<br />
Em   C     G      D<br />
Sungguh membebaniku<br />
Em   C     G      D<br />
Sungguh membebaniku&#8230;&#8230;..<br />
Em    C          G      D<br />
Lemah tetap menari,langkahku<br />
Em       C         G      D<br />
Mencoba tetap berdiri,ku menangis<br />
Em      C        G       D<br />
Masih tetap mencari jalanku<br />
Em      C     G      D<br />
Menangis, beban itu&#8230;<br />
Em    C    G    D<br />
aa&#8230;..</p>
<p>Intro : Em C G D<br />
Coda : Em</span></span></p>
<br />Posted in Lyrics And Cord  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=260&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/peterpan-membebaniku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45f63fb0f630d432b6633cb894eaac97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lanangsuprayogi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Adly&#8217;s &#8211; Maaf Karena Cinta</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/the-adlys-maaf-karena-cinta/</link>
		<comments>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/the-adlys-maaf-karena-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lanangsuprayogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lyrics And Cord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Intro : D Bm F#m G D          G Sekarang ku katakan Bm              A Ku cinta dirimu ku sayang dirimu D              Bm Tetapi mengapa kau ragu padaku Em                A Dengan alasan yang semu G      Bm            A Sadari hati ini hanya untukmu D          Bm Sekarang ku katakan Em              A Ku cinta dirimu ku sayang dirimu D              Bm [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=257&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Intro : D Bm F#m G</p>
<p>D          G<br />
Sekarang ku katakan<br />
Bm              A<br />
Ku cinta dirimu ku sayang dirimu<br />
D              Bm<br />
Tetapi mengapa kau ragu padaku<br />
Em                A<br />
Dengan alasan yang semu<br />
G      Bm            A<br />
Sadari hati ini hanya untukmu</p>
<p>D          Bm<br />
Sekarang ku katakan<br />
Em              A<br />
Ku cinta dirimu ku sayang dirimu<br />
D              Bm<br />
Tetapi mengapa kau ragu padaku<br />
Em                A<br />
Dengan alasan yang semu<br />
G      Bm            A<br />
Sadari hati ini hanya untukmu</p>
<p>Chorus :<br />
D A/C#<br />
Maafkan aku<br />
Bm                  G<br />
Bila kau menangis Bila kau bersedih<br />
D A/C#<br />
Maafkan aku<br />
Bm          G<br />
kaulah cintaku isi hatiku</p>
<p>Interlude :<br />
Bm F#m G D A<br />
Bm F#m G A</p>
<br />Posted in Lyrics And Cord  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=257&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/the-adlys-maaf-karena-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45f63fb0f630d432b6633cb894eaac97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lanangsuprayogi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kangen Band &#8211; Yolanda</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/kangen-band-yolanda/</link>
		<comments>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/kangen-band-yolanda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lanangsuprayogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lyrics And Cord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Intro : D F# Em A D Kemarin kau datang menemui aku G saat aku ragu saat aku layu A canda tawamu tenangkan aku D  A-A Yolanda&#8230;. D Ku bawa cinta sebesar dunia G agar engkau tahu besarnya cintaku A apa kau tak merasa kau tak meraba D Yolanda&#8230; Intro : D F# Em A [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=254&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Intro : D F# Em A</p>
<p>D<br />
Kemarin kau datang<br />
menemui aku<br />
G<br />
saat aku ragu saat aku layu<br />
A<br />
canda tawamu tenangkan aku<br />
D  A-A<br />
Yolanda&#8230;.<br />
D<br />
Ku bawa cinta sebesar dunia<br />
G<br />
agar engkau tahu besarnya cintaku<br />
A<br />
apa kau tak merasa kau tak meraba<br />
D<br />
Yolanda&#8230;</p>
<p>Intro : D F# Em A</p>
<p>D<br />
Aku menunggumu ditempat biasa<br />
G<br />
Kuharap kau datang menemui aku<br />
A<br />
jangan terlambat ku harap cepat<br />
D  A-A<br />
Yolanda&#8230;.<br />
D<br />
Lelah hati ini mencari dirimu<br />
G<br />
lelah kaki ini untukku melangkah<br />
A<br />
untuk temui dirimu kasih<br />
D<br />
Yolanda&#8230;</p>
<p>Reff<br />
G<br />
Kamu dimana dengan siapa<br />
D<br />
semalam berbuat apa<br />
G<br />
Kamu dimana dengan siapa<br />
D              A<br />
disini aku menunggumu dan bertanya (2x)</p>
<p>Intro : D G A D<br />
G D G A</p>
<br />Posted in Lyrics And Cord  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=254&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/kangen-band-yolanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45f63fb0f630d432b6633cb894eaac97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lanangsuprayogi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tekhnik Menulis Artikel</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/teknis-menulis-artikel/</link>
		<comments>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/teknis-menulis-artikel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lanangsuprayogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual atau controversial dengan tujuan untuk memberitahu (informatif), mempengaruhi dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif). 1. Langkah-langkah Menulis Artikel 1.Persiapan penulisan (prewriting) Aspek administratif, disini kita menyiapkan hal-hal yang bersifat administratif, seperti alat-alat mesin yang telah disebutkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=250&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;">Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual atau controversial dengan tujuan untuk memberitahu (informatif), mempengaruhi dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif).</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span lang="SV">1. Langkah-langkah Menulis Artikel</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span lang="SV">1.Persiapan penulisan (prewriting) </span></em></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Aspek      administratif, disini kita menyiapkan hal-hal yang bersifat administratif,      seperti alat-alat mesin yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Aspek      teknis, pastikan peralatan kerja yang kita perlukan berfungsi dengan baik. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Aspek      akademis, membuat kerangka karangan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Aspek      psikologis, jangan pernah menganggap menulis sebagai pekerjaanyang      memberatkan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">2. Pelaksanaan penulisan (writing) </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="SV">Kita harus memusatkan perhatian hanya kepada tulisan yang kita buat dan menghindari gangguan yang bisa membatalkan tulisan kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">3. Perbaikan materi (editing) </span></em></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Revisi      judul, baca dan periksa kembali judul “sementara” yang dipakai, apakah      akan diubah menjadi “permanen”. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Revisi      intro, yang baik cukup tiga paragraph, ringkas, jelas, menarik, dan      ditulis dalam bahasa jurnalistik yang baik. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Revisi      komposisi </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Revisi      akurasi dan relevansi data, teliti dalam mengutip nama,jabatan,      pangkat,dll. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Revisi      ejaan dan istilah teknis, harus dipahami secara umum. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Revisi      gramatika, gunakan struktur dan makna yang benar. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Revisi      bobot dan substansi materi tulisan, tulisan menunjukka kualitas dan      kredibilata penulis. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Asumsi      dampak yang diharapkan. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> <span id="more-250"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">2. Cara dan syarat mengirim artikel</span></strong><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Syarat artikel layak kirim </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Topik yang      diangkat aktual dan atau kontroversial </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Tesis yang      diajukan orisinal serta mengandung gagasan baru dan segar </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Materi      yang dibahas menyangkut kepentingan masyarakt luas </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Topik atau      pokok bahasan yang dikupas diyakini tidak bertentangan<br />
denganb aspek etis, sosiologis, yuridis, dan ideologis. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Ditulis      dalam bahasa baku yang benar dan baik, lincah dan segar, mudah<br />
dan ringan dibaca. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Mencerminkan      visi dan sikap penulis sebagai seorang intelektual atau cendekiawan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Referensial </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Singkat      utuh dan tuntas, tidak boleh menyita waktu. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Memenuhi      kebutuhan sekaligus bisa mengikuti selera dan redakksional<br />
media massa. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Memenuhi      kualifikasi teknis-administratif media massa bersangkutan </span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV"> </span></p>
<br />Posted in Materi Kuliah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=250&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/teknis-menulis-artikel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45f63fb0f630d432b6633cb894eaac97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lanangsuprayogi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Agenda Setting</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/teori-agenda-setting/</link>
		<comments>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/teori-agenda-setting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lanangsuprayogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[“The press may not be succesful much of the time in telling people what to think, but it is stunningly succesful in telling its readers what to think about.” Media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi agenda media kepada agenda publik. Teori Agenda Setting didasari oleh asumsi demikian. Teori ini sendiri dicetuskan oleh Profesor Jurnalisme Maxwell [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=245&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“<em>The press may not be succesful much of the time in telling people what to think, but it is stunningly succesful in telling its readers what to think about</em>.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi agenda media kepada agenda publik. Teori Agenda Setting didasari oleh asumsi demikian. Teori ini sendiri dicetuskan oleh Profesor Jurnalisme Maxwell McCombs dan Donald Shaw.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Menurut McCombs dan Shaw, “<em>we judge as important what the media judge as important.</em>” Kita cenderung menilai sesuatu itu penting sebagaimana media massa menganggap hal tersebut penting. Jika media massa menganggap suatu isu itu penting maka kita juga akan menganggapnya penting. Sebaliknya, jika isu tersebut tidak dianggap penting oleh media massa, maka isu tersebut juga menjadi tidak penting bagi diri kita, bahkan menjadi tidak terlihat sama sekali<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Denis McQuail (2000: 426) mengutip definisi Agenda Setting sebagai “<em>process by which the relative attention given to items or issues in news coverage infulences the rank order of public awareness of issues and attribution of significance. As an extension, effects on public policy may occur</em>.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Walter Lipmann pernah mengutarakan pernyataan bahwa media berperan sebagai mediator antara “the world outside and the pictures in our heads”. McCombs dan Shaw juga sependapat dengan Lipmann. Menurut mereka, ada korelasi yang kuat dan signifikan antara apa-apa yang diagendakan oleh media massa dan apa-apa yang menjadi agenda publik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Awalnya teori ini bermula dari penelitian mereka tentang pemilihan presiden di Amerika Serikat tahun 1968. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa ada hubungan sebab-akibat antara isi media dengan persepsi pemilih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span id="more-245"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">McCombs dan Shaw pertama-tama melihat agenda media. Agenda media dapat terlihat dari aspek apa saja yang coba ditonjolkan oleh pemberitaan media terebut. Mereka melihat posisi pemberitaan dan panjangnya berita sebagai faktor yang ditonjolkan oleh redaksi. Untuk surat kabar, headline pada halaman depan, tiga kolom di berita halaman dalam, serta editorial, dilihat sebagai bukti yang cukup kuat bahwa hal tersebut menjadi fokus utama surat kabar tersebut. Dalam majalah, fokus utama terlihat dari bahasan utama majalah tersebut. Sementara dalam berita televisi dapat dilihat dari tayangan <em>spot </em>berita pertama hingga berita ketiga, dan biasanya disertai dengan sesi tanya jawab atau dialog setelah sesi pemberitaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sedangkan dalam mengukur agenda publik, McCombs dan Shaw melihat dari isu apa yang didapatkan dari kampanye tersebut. Temuannya adalah, ternyata ada kesamaan antara isu yang dibicarakan atau dianggap penting oleh publik atau pemilih tadi, dengan isu yang ditonjolkan oleh pemberitaan media massa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">McCombs dan Shaw percaya bahwa fungsi agenda-setting media massa bertanggung jawab terhadap hampir semua apa-apa yang dianggap penting oleh publik. Karena apa-apa yang dianggap prioritas oleh media menjadi prioritas juga bagi publik atau masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Akan tetapi, kritik juga dapat dilontarkan kepada teori ini, bahwa korelasi belum tentu juga kausalitas. Mungkin saja pemberitaan media massa hanyalah sebagai cerminan terhadap apa-apa yang memang sudah dianggap penting oleh masyarakat. Meskipun demikian, kritikan ini dapat dipatahkan dengan asumsi bahwa pekerja media biasanya memang lebih dahulu mengetahui suatu isu dibandingkan dengan masyarakat umum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">News doesn’t select itself</span></em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">. Berita tidak bisa memilih dirinya sendiri untuk menjadi berita. Artinya ada pihak-pihak tertentu yang menentukan mana yang menjadi berita dan mana yang bukan berita. Siapakah mereka? Mereka ini yang disebut sebagai “<em>gatekeepers</em>.” Di dalamnya termasuk pemimpin redaksi, redaktur, editor, hingga jurnalis itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dalam dunia komunikasi politik, para calon presiden biasanya memiliki tim media yang disebut dengan istilah ‘<em>spin doctor</em>.’ Mereka berperan dalam menciptakan isu dan mempublikasikannya melalui media massa. Mereka ini juga termasuk ke dalam ‘<em>gatekeeper</em>’ tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Setelah tahun 1990an, banyak penelitian yang menggunakan teori agenda-setting makin menegaskan kekuatan media massa dalam mempengaruhi benak khalayaknya. Media massa mampu membuat beberapa isu menjadi lebih penting dari yang lainnya. Media mampu mempengaruhi tentang apa saja yang perlu kita pikirkan. Lebih dari itu, kini media massa juga dipercaya mampu mempengaruhi bagaimana cara kita berpikir. Para ilmuwan menyebutnya sebagai <em>framing</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">McCombs dan Shaw kembali menegaskan kembali tentang teori agenda setting, bahwa “<em>the media may not only tell us what to think about, they also may tell us how and what to think about it, and perhaps even what to do about it”</em> (McCombs, 1997).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Daftar Pustaka:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Griffin, Emory A., <em>A First Look at Communication Theory, 5th edition</em>, New York: McGraw-Hill, 2003, p.390—402</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">McQuail, Denis, <em>Mass Communication Theory, 4<sup>th</sup> edition</em>, Thousand Oakes: Sage, 2000</span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />Posted in Materi Kuliah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=245&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/teori-agenda-setting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45f63fb0f630d432b6633cb894eaac97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lanangsuprayogi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hypnotic Writing</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/hypnotic-writing/</link>
		<comments>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/hypnotic-writing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lanangsuprayogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Penarkah Anda membaca buku atau artikel, yang membuat Anda seolah-olah lupa segalanya, dan sebaliknya asyik tenggelam dalam isi buku atau artikel itu? Jika Anda pernah mengalami hal yang demikian, kita katakan di sini bahwa isi buku atau artikel itu telah “menghipnotis” kita. Pertanyaannya kemudian, bagaimana cara kita menulis, untuk menghasilkan efek yang bisa memukau pembaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=241&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Penarkah Anda membaca buku atau artikel, yang membuat Anda seolah-olah lupa segalanya, dan sebaliknya asyik tenggelam dalam isi buku atau artikel itu? Jika Anda pernah mengalami hal yang demikian, kita katakan di sini bahwa isi buku atau artikel itu telah “menghipnotis” kita.</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pertanyaannya kemudian, bagaimana cara kita <strong><span style="background:#ffff66 none repeat scroll 0 0;color:black;">menulis</span></strong>, untuk menghasilkan efek yang bisa memukau pembaca semacam itu? Dari sinilah kita kenal cara penulisan yang dinamakan “hypnotic writing,” berdasarkan konsep yang diutarakan John Vitale dalam bukunya: Hypnotic Writing, How to Seduce and Persuade Customers with Only Your Words (Penerbit John Wiley &amp; Sons, Inc, Hoboken, New Jersey, 2007).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Hipnotis yang dimaksud dalam Hypnotic Writing ini adalah segala sesuatu yang berhasil memancang atau menarik perhatian kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Sebuah film, buku, artikel, <strong><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong>, atau advertorial yang baik juga mampu bersifat seperti menghipnotis, yakni memikat perhatian pembaca dari awal sampai akhir tulisan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Di sini kita tidak bicara tentang hipnotis yang memanipulasi pikiran, atau membuat orang tertidur dan kehilangan kesadaran, melainkan justru menghibur khalayak. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Hipnotis ini tidak bersifat memaksa orang untuk melakukan hal-hal tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Contoh:<br />
·        Penampilan penyanyi Britney Spears di panggung itu “menghipnotis” penonton. Tetapi tak semua orang akan membeli kaset/CD-nya.<br />
·        Kisah Harry Potter membuat seluruh dunia terpukau. Tetapi tak semua orang akan membeli bukunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Hypnotic writing adalah sebuah alat yang berguna dalam memasarkan produk atau jasa tertentu. Namun, ia tidak mengontrol orang dan tidak memberi kekuasaan pada siapapun untuk menyuruh khalayak melakukan hal-hal yang mustahil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dalam pemasaran (marketing), hypnotic writing akan memberi kita keunggulan tertentu dibandingkan para kompetitor. Tetapi, jika hypnotic writing itu digunakan untuk menjual produk-produk yang memang berkualitas buruk, hypnotic writing itu tak akan ada gunanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"><span id="more-241"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Definisi Hypnotic Writing:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">“Hypnotic Writing adalah penggunaan kata-kata yang secara sengaja ditujukan untuk mengarahkan orang ke suatu keadaan mental yang terfokus, di mana mereka terdorong atau terbujuk untuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Hypnotic writing adalah sejenis “hipnotis dalam keadaan terbangun.” Pembaca tidak kehilangan perhatian, tetapi justru terfokus perhatiannya pada tulisan yang kita buat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Singkatnya, esensi hypnotic writing bukanlah tentang manipulasi, tetapi tentang komunikasi. Yakni, bagaimana Anda dapat berkomunikasi secara lebih baik dengan para pelanggan, sehingga Anda dapat lebih baik pula dalam membujuk mereka untuk membeli produk dan jasa Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Lantas, bagaimana strateginya untuk mempraktikkan hypnotic writing tersebut?<br />
Lima langkah ke arah Hypnotic Writing:<br />
1.      Niat: Arahkan pikiran Anda.<br />
2.      Riset: Isi pikiran Anda.<br />
</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">3.      Kreasi: Curahkan pikiran Anda.<br />
4.      Tulis ulang: Pertajam pikiran Anda.<br />
5.      Menguji (testing): Latih pikiran Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Niat: Arahkan pikiran Anda.<br />
Niat berarti menetapkan tujuan atsau hasil yang diharapkan dari tulisan tersebut. Buatlah serinci mungkin. Anda bukan sekadar ingin membuat tulisan buat <strong><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong>. Semua orang bisa membikin tulisan <strong><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong>. Tetapi Anda menginginkan tulisan <strong><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong>, yang berhasil menarik pembeli, sehingga terjual barang atau jasa sampai jumlah tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Riset: Isi pikiran Anda.<br />
Riset berarti sebelum <strong><span style="background:#ffff66 none repeat scroll 0 0;color:black;">menulis</span></strong>, Anda harus mempelajari dan memahami betul barang/jasa yang akan Anda tulis. Anda tentu tak mungkin <strong><span style="background:#ffff66 none repeat scroll 0 0;color:black;">menulis </span><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong> tentang mobil Toyota Avanza, sebelum Anda mengetahui spesifikasi Avanza tersebut, kelebihannya dibandingkan mobil merek lain sejenis, hal-hal baru yang tak terdapat di mobil merek lain, dan sebagainya. Anda perlu melihat mobil itu, merasakan bagaimana rasa ketika mengendarainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tokoh periklanan ternama, David Ogilvy, pernah membuat satu kalimat <strong><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong> yang sangat legendaris, setelah membaca manual mobil yang Akan ia buat <strong><span style="background:#a0ffff none repeat scroll 0 0;color:black;">naskah</span></strong> iklannya. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Yaitu: “At 60 miles an hour the loudest noise in this new Rolls-Royce comes from electrick clock.” </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dahsyat, bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kreasi: Curahkan pikiran Anda.<br />
Kreasi berarti produksi atau menghasilkan suatu produk (tulisan). John Vitale selalu <strong><span style="background:#ffff66 none repeat scroll 0 0;color:black;">menulis</span></strong> sebuah <strong><span style="background:#a0ffff none repeat scroll 0 0;color:black;">naskah</span></strong> secara cepat. Tetapi ingat, <strong><span style="background:#a0ffff none repeat scroll 0 0;color:black;">naskah</span></strong> itu baru draft pertama, bukan hasil final. Setelah <strong><span style="background:#ffff66 none repeat scroll 0 0;color:black;">menulis</span></strong> draft pertama itu, baru ia membaca ulang dan berusaha menyempurnakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Ide dasarnya adalah Anda harus menjalankan dua fungsi, yakni sebagai penulis dan sebagai editor (penyunting). Kedua fungsi itu sama-sama diperlukan, tetapi Anda tak bisa menjalankan dua fungsi itu pada saat bersamaan. Jadi, Anda harus memisahkannya. Pertama, Anda berfungsi sebagai penulis dan mencipta tulisan. Sesudah itu, barulah Anda berfungsi sebagai editor yang mengoreksi dan merevisi tulisan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tulis ulang: Pertajam pikiran Anda.<br />
Tulisan (draft) pertama, itu seumpama intan yang belum diasah. Jika dipaksakan untuk dijual, harganya masih murah. Untuk membuatnya menjadi bernilai tinggi, Anda harus mengasahnya, merevisinya, menyempurnakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Penulis yang sehebat apapun tidak pernah <strong><span style="background:#ffff66 none repeat scroll 0 0;color:black;">menulis</span></strong> dengan sekali jadi. Sebuah tulisan bisa mengalami proses revisi atau perubahan di sana-sini, sampai akhirnya mencapai bentuk akhir yang betul-betul final. Jadi, sebenarnya tidak ada great writers. Yang ada adalah great rewriters. Cara terbaik adalah tulislah sampai betul-betul selesai. Kemudian, Anda baca dari awal dan revisi di sana-sini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Lebih bagus lagi, jika Anda bisa menggunakan resep penulis cerita horror terkenal, Stephen King. Mintalah 10 orang lain (bukan anggota keluarga Anda) untuk membaca tulisan Anda dan memberi komentar. Lalu, Anda membuat sejumlah perbaikan setelah mendengar masukan mayoritas. Kalau 8 dari 10 orang yang dimintai komentar mengatakan, tulisan Anda sulit dimengerti, tampaknya tulisan Anda memang perlu diperbaiki. Tetapi jika cuma satu orang yang punya komentar berbeda, tak usah risau. Anda tentu tidak bisa memuaskan semua orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Menguji (testing): Latih pikiran Anda.<br />
Menguji berarti mengakui bahwa Anda belum cukup cerdas untuk mengetahui semua keinginan orang lain. Anda tak bisa menebak-nebak. Jadi, buatlah tulisan terbaik, kemudian revisi, perbaiki dan sempurnakan. Lalu, serahkan pada pasar. Lihatlah, apakah tulisan <strong><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong> Anda berhasil menarik orang untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Berkat adanya Internet, kita bisa menguji suatu tulisan dengan lebih mudah. Kirimkan e-mail ke sejumlah orang, buatlah situs web sendiri, atau pasang <strong><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong> di Google. Dari reaksi yang muncul, Anda bisa menguji tulisan Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Selain lima langkah dalam strategi itu, ada sejumlah tip bagi mereka yang mau mempraktikkan hypnotic writing:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tip I:<br />
Untuk memperoleh efek “hipnotis,” sebuah tulisan perlu memasukkan aspek: punya makna, dapat dimengerti, dan emosional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Contoh 1:<br />
Sebuah <strong><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong> di majalah berbahasa Italia menawarkan alat masak untuk membuat pizza. Namun, karena Anda sama sekali tidak paham bahasa Italia, maka sebagus apapun narasi <strong><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong> itu dibuat, tidak akan ada pengaruhnya bagi Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Contoh 2:<br />
Artikel di sebuah majalah psikologi, yang ditulis dengan gaya bahasa yang “datar,” berbunyi kira-kira begini: “Emosi itu sangat penting untuk disalurkan. Jika kita menahan emosi, hal itu bisa berdampak buruk bagi kita.” Meskipun kalimat ini mudah dipahami, pilihan kata yang digunakan kurang menyentuh emosi pembaca.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Bandingkan dengan narasi seperti di bawah ini, yang dengan sengaja mencoba menyentil sisi emosional pembaca: “Meredam emosi itu seperti membuat bom. Jika Anda mengubur emosi, itu seperti menekan bom yang siap meledak.”<br />
Terasa betul bedanya, bukan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tip II:<br />
Hypnotic writing harus berfokus pada ego dan kepentingan si pembaca, bukan pada ego dan kepentingan si penulis sendiri. Kecuali kalau Anda cuma mau <strong><span style="background:#ffff66 none repeat scroll 0 0;color:black;">menulis</span></strong> buku harian untuk dibaca sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Contoh :<br />
Seorang pengusaha, katakanlah bernama Benny, mengirim surat atau tawaran kerjasama bisnis kepada Anda. Isinya menyebutkan, ia sedang mengalami kesulitan keuangan. Ia sangat membutuhkan terwujudnya kerjasama bisnis itu, untuk memperbaiki kondisi keuangannya. Tapi dalam surat itu, Benny sama sekali tidak menyebut-nyebut prospek keuntungan bisnis yang akan Anda peroleh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Lantas apa reaksi Anda? Tentu saja tawaran Benny itu menjadi sangat tidak menarik. Si penulis surat itu terlalu asyik dan terfokus pada ego dan kepentingannya sendiri, dan melupakan kepentingan orang yang dikirimi surat, yaitu Anda. “Ya, saya paham bahwa saudara Benny memang sedang susah. Tetapi saya juga punya masalah saya sendiri. Jadi, silahkan cari saja orang lain yang mau diajak bekerjasama bisnis dengan saudara Benny.” Begitulah kira-kira reaksi Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tip III:<br />
Jangan terobsesi dengan kesempurnaan. Banyak kasus di mana seorang penulis baru <strong><span style="background:#ffff66 none repeat scroll 0 0;color:black;">menulis</span></strong> satu paragraf. Kemudian, ia langsung menilai isi paragraf itu tidak menarik. Paragraf itu dihapus, dan kemudian ia mulai <strong><span style="background:#ffff66 none repeat scroll 0 0;color:black;">menulis</span></strong> lagi dari awal. Dan, setiap ia merasa tulisan yang baru separuh atau sepersepuluh jadi itu tidak bagus, langsung saja tulisan itu ia buang ke keranjang sampah!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Dengan cara demikian, tulisannya tentu saja tak pernah selesai tuntas. Maka, tulislah sampai tuntas, dan baru kemudian Anda merevisi, memperbaiki, dan menyempurnakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tip IV:<br />
Berilah suatu pilihan pada pembaca, tetapi pilihan itu harus bersifat win-win bagi Anda dan pembaca. Pilihan untuk membeli atau tidak membeli, bukanlah pilihan yang baik (kalau pembaca tidak membeli, berarti kerja Anda sia-sia).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Berilah pilihan seperti: “Apakah Anda ingin membeli televisi Samsung ini sekarang atau nanti?” (Apakah pembaca membeli sekarang atau nanti, dia tetap membeli produk Anda). Pilihan ini berimplikasi bahwa si pembaca memang menginginkan produk tersebut, terlepas apakah dia akan membeli sekarang atau nanti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Tip V:<br />
Ketika Anda <strong><span style="background:#ffff66 none repeat scroll 0 0;color:black;">menulis</span></strong> sebuah <strong><span style="background:#a0ffff none repeat scroll 0 0;color:black;">naskah </span><span style="background:#99ff99 none repeat scroll 0 0;color:black;">iklan</span></strong>, mungkin Anda perlu mengubah persepsi pembaca agar mereka terbujuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan. Ini bukan berarti Anda harus membuat penyataan bohong atau mengecoh pembaca. Itu tidak etis dan melanggar hukum. Anda bisa mengubah persepsi pembaca tanpa perlu berbohong. Tetapi ini tergantung pada bagaimana cara Anda menggambarkan produk yang mau ditawarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Ada beberapa cara:<br />
Pertama, dengan membuat perbandingan. Teknik ini disebut kontras (contrast). Misalnya, jika produk yang Anda tawarkan itu cukup mahal, buatlah agar harga itu seolah-olah kecil dengan membandingkan pada sesuatu yang lebih mahal. Penjual properti kadang-kadang mengeksploitasi efek kontras ini, dengan menunjukkan daftar harga sejumlah properti lain yang harganya berlebihan (overpriced), sebelum akhirnya menunjukkan harga properti yang betul-betul mau ditawarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kedua, dengan mengasosiasikan produk itu dengan sesuatu yang bernilai tinggi. Biarkan pembaca membayangkan dirinya dengan produk tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Kalau Anda menyatakan, Ariel Peterpan memiliki sedan Toyota Yaris berwarna merah, kenyataannya memang demikian. Anda tidak berbohong atau mengecoh pembaca. Tetapi, pembaca akan membayangkan, kalau mereka mengendarai Toyota Yaris berarti mereka sama seperti Ariel Peterpan, seorang artis kelas atas, atau minimal selera mereka sama dengan selera Ariel Peterpan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Bayangkan kalau Anda mengatakan bahwa warna Toyota Yaris itu mirip warna pispot! Pispot berasosiasi dengan sesuatu yang jorok, kotor, dan memualkan. Tak akan ada pembaca yang berpikir untuk membeli mobil yang warnanya seperti pispot!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Puncak, Oktober, 2007</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">*** Disadur dan diadaptasi untuk konteks Indonesia oleh Satrio Arismunandar, berdasarkan konsep yang diutarakan John Vitale dalam bukunya: Hypnotic Writing, How to Seduce and Persuade Customers with Only Your Words (Penerbit John Wiley &amp; Sons, Inc, Hoboken, New Jersey, 2007).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Satrio Arismunandar<br />
Producer &#8211; News Division, Trans TV, Floor 3<br />
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 &#8211; 14 A, Jakarta 12790<br />
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://satrioarismunandar6.blogspot.com/" target="_blank"><span style="color:#0000cc;" lang="SV">http://satrioarismunandar6.blogspot.com</span></a></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"><br />
</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://satrioarismunandar.multiply.com/" target="_blank"><span style="color:#0000cc;" lang="SV">http://satrioarismunandar.multiply.com</span></a></span></p>
<br />Posted in Materi Kuliah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=241&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/hypnotic-writing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45f63fb0f630d432b6633cb894eaac97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lanangsuprayogi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Bukanlah</title>
		<link>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/aku-bukanlah/</link>
		<comments>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/aku-bukanlah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 02:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lanangsuprayogi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lanangsuprayogi.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Aku bukanlah orang yang pandai merangkai kata&#8230; Bukanlah orang yang mampu berbahasa&#8230; Bukanlah orang yang ahli tentang cinta&#8230; Dan aku bukanlah orang yang bisa merangkai kata cinta&#8230; Serta bukanlah orang yang bisa berbahasa cinta&#8230; Karna aku hanyalah seorang pecinta cinta yang hanya bisa berharap selalu di cintai sang cinta&#8230; Posted in Puisi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=229&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku bukanlah orang yang pandai merangkai kata&#8230;<br />
Bukanlah orang yang mampu berbahasa&#8230;<br />
Bukanlah orang yang ahli tentang cinta&#8230;<br />
Dan aku bukanlah orang yang bisa merangkai kata cinta&#8230;<br />
Serta bukanlah orang yang bisa berbahasa cinta&#8230;<br />
Karna aku hanyalah seorang pecinta cinta yang hanya bisa berharap selalu di cintai sang cinta&#8230;</p>
<br />Posted in Puisi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lanangsuprayogi.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lanangsuprayogi.wordpress.com&amp;blog=4849651&amp;post=229&amp;subd=lanangsuprayogi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lanangsuprayogi.wordpress.com/2009/03/12/aku-bukanlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45f63fb0f630d432b6633cb894eaac97?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lanangsuprayogi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
